NAMAKU HINDANIA: BEGINILAH NASIBKU HARI INI

Web yang berisi informasi mengenai peristiwa yang terjadi di seputaran kampus putih, FKIP Unram maupun informasi edukatif lainnya .

Sumber: NAMAKU HINDANIA: BEGINILAH NASIBKU HARI INI

Ada setitik noda pada warna suara nenek ketika wanita tua itu kembali mengulang kisah usangnya hari ini. Anjani masih mengamati bagaimana nenek bercerita tentang kerusakan pada tubuh ibu ketika mulut berkeriput tak ada gigi itu bergetar dan perlahan hanya mengeluarkan gumaman lirih. Di sudut pondok kayu beralaskan tikar pandan, Anjani duduk memeluk lututnya sembari melihat warna suara nenek perlahan berubah menjadi biru pekat. Ada kebohongan juga kegelisahan yang sedang disembunyikan nenek hari ini.

Lanjutkan membaca “NAMAKU HINDANIA: BEGINILAH NASIBKU HARI INI”

regret

The sea of tulips by YaroslavaPanina on DeviantArt

—regret—

netherland × oc!indonesia

fandom: hetalia

(hetalia © himaruya hidekaz)

.

Pria itu berjalan menyusuri jalan setapak dihadapannya dalam diam. Pemandangan hijau pesawahan disekelilingnya dan embusan angin sejuk sore hari tidak membuatnya berhenti sejenak guna menikmati alam sekitar.

Matanya menyiratkan kehampaan. Kosong. Jika wanita tua melintas dan melihat ke arah matanya, pria itu pasti akan mendengar ucapan, “Kamu pasti lagi patah hati, toh?”

Lukas. Pria asal negeri Van Oranje yang kini sedang berada di negeri mantan jajahanan negaranya. Indonesia.

Lanjutkan membaca “regret”

bunga untuk sang pecinta bunga

Credit photo

((bunga untuk sang pecinta bunga))
.
pairing: austria × hungaria (roderich edelstein × elizaveta hedervary)

fandom: hetalia

(hetalia © himaruya hidekaz)

Elizaveta Hedervary; untuk ketiga kalinya ia menerima bunga belakangan ini.

Bunga yang sama, diletakkan di tempat yang sama pula. Tanpa ada sebuah memo guna menjelaskan siapa pengirimnya.

Lanjutkan membaca “bunga untuk sang pecinta bunga”

Tentang “Namaku Hindania!”

Fan art Indonesia dan Netherland oleh rosel-d @ deviantart.com

Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dunia maya di aplikasi Facebook, karena telah berjasa mengenalkan saya pada anime Hetalia: Axis Power.

Kedua, saya ingin berterima kasih kepada Hidekaz Himaruyasensei atas ide kreatifnya dalam menyampaikan sejarah (terlebih masa-masa perang dunia) dengan berbalutkan anime berjudul HETALIA. Yang mana tokoh-tokoh dalam anime tersebut merupakan personifikasi dari negara-negara yang berperan dalam perang dunia. Sayang, Indonesia belum ada official personifikasinya.

Ketiga, saya ucapkan banyak terima kasih kepada konijnsate atas karya menakjubkannya di Webtoon kanvas dengan judul Hindania! dan yang telah berhasil membuat saya tertarik menjelajah google hanya untuk menemukan cerpennya.

Keempat, dan yang paling spesial, kepada bapak Mohamad Hatta yang kala itu berusia 18 tahun, terima kasih banyak telah melahirkan sebuah mahakarya berjudul “Nasib Hindania”.


Lanjutkan membaca “Tentang “Namaku Hindania!””

Pengen Jadi Peri Gigi

“Hello, Jack. I’ve heard a lot about you… and your teeth!”

Kalau kata orang dulu, ketika anak-anak kehilangan gigi susu mereka, maka alangkah baiknya jika mereka menyimpan gigi tersebut di bawah bantal. Karena katanya, peri gigi akan datang mengambil gigi tanggal itu dan menggantinya dengan sekeping uang.

Waw, kalau aku masih kanak-kanak di zaman milenial ini, sih, aku bakalan kegirangan banget. Apalagi pas dengar kata uang. Pasti mataku kayak berlian.

Lanjutkan membaca “Pengen Jadi Peri Gigi”

tafakur di ujung senja

squad KKN Sambik Elen 💚

dalam sunyi, aku termangu

detak jarum jam mengiringi tafakurku

hari ini akan segera berlalu

meninggalkanku dengan segala mimpiku

di sudut rumah itu aku terduduk menatap bayanganku sendiri yang sedang menerawang kejauhan

di sudut jendela itu bayangan senja terasa memanggilku untuk bermunajat

satu dua tiga daun kesambi meninggalkan rantingnya, kilas balik seketika merongrong relung hati

ada tanya dalam setiap detik cahaya senja

“kamu siapa?”

adalah apa yang kudengar di kali pertama tafakurku di ujung senja

bertanya aku pada diri ini

“siapakah aku di dunia?”

pada detik ketika senja telah lenyap, matahari telah kembali ke peraduan, dan hari telah berganti

deru angin di penghujung hari itu berbisik menyesakkan

“dirimu di hari sebelumnya, adakah gunanya?”

tafakurku di ujung senja,

kulewati dengan doa,

yang tak ada gunanya.

Sambik Elen, 31 Desember 2019

Dari kelompok KKN ter-bobrok yang lebih pantas mengambil tema rebahan sebagai tema KKN mereka.